Muna Madrah dot Com

a Note of Urban Mommy

cover LPDP

TIPS: LOLOS SELEKSI SUBSTANSIAL Beasiswa Pendidikan Indonesia -LPDP (Bag-2)

Assalamualaikum Moms..

Pada postingan sebelumnya saya bagit tips lolos seleksi berkas  Beasiswa Pendidikan Indonesia-LPDP. Kali ini saya akan berbagi TIPS lolos seleksi Substansial.

Apa itu seleksi substansial? Test Substansial Beasiswa Pendidikan Indonesia terdiri dari beberapa sessi yaitu  Verifikasi dokumen, Wawancara, LGD (Leaderless Group Discussion) dan Writing Essay on the Spot.  Test substansial ini mungkin dapat berubah tiap tahun, silahkan merujuk langsung pada website LPDP.

Lanjut ya Moms…waktu saya mendapatkan email pemberitahuan bahwa saya lolos seleksi berkas dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya wahhhh rasanya gimana gitu…bersyukur,seneng, gugup, campur-campur deh…

Segera saya pelajari apa-apa yang harus saya persiapkan dan bawa pada saat test substansial.  Pihak LPDP akan selalu menghubungi kita melalui email, baik tentang syarat yang harus dibawa, undangan, dan terkait dengan seleksi ini. Check lagi ya jangan sampai ada dokumen yang tertinggal.

Karena waktu saya mendaftar saya memilih Yogyakarta sebagai lokasi test wawancara, saya mendapatkan lokasi sesuai dengan permohonan saya yaitu di Yogyakarta tepatnya di Gedung Keuangan Negara. Yuukk mari disimak satu-satu rangkaian seleksi test substansial saya.

  1. Verifikasi dokumen; Kita diminta membawa semua dokumen asli yang sudah kita unggah pada saat mendaftar online termasuk formulir aplikasi yang dapat kita unduh melalui akun kita. Insya Allah kalau data kita benar dan sesuai maka tidak akan ada masalah pada tahapan ini. INGAT!!! Jangan sekali-sekali mencoba memalsukan data, karena itu hanya akan menodai niat suci kita dalam menuntut ilmu. Kalau KTP hilang atau Ijazah di tahan di tempat kerja bagaimana? Well….panitia sudah memikirkan itu semua, jadi KTP hilang, Ijazah ditahan atau hilang semua sudah disiapkan alternatif solusinya, tinggal mengikuti panduan dari LPDP saja. Nha..setelah kita mendapatkan stempel Verified barulah kita boleh mengikuti test wawancara.
  2. Test Wawancara; Jujur sebelum hari H seleksi substansial ini saya banyak membaca pengalaman teman-teman lain yang ditulis di blog ataupun media sosial, dan ini cukup membantu saya membayangkan bagaimana suasana test ini dan mempersiapkan mental . Interviewer pada saat test wawancara ada 3 yaitu satu orang psikolog dan dua orang pakar dari bidang keilmuan kita. Tips saya : Jaga sikap, ucapkan salam dan sapa para reviewer dengan senyum, berjabat tangan dan memperkenalkan diri dengan wajar dan duduk dengan tenang.  Materi wawancara saya kira bisa sangat tergantung dari para reviewernya ya. Pada kasus saya, pertama saya diminta memperkenalkan diri memakai bahasa Inggris, lalu saya ditanya seputar bagaimana saya mengatur waktu antara kerja dan rumah, keluarga dan anak-anak. Saya juga ditanya seputar materi penelitian saya. Ini yang penting..kuasai apa yang anda tuliskan mengapa penelitian saya itu penting bagi Indonesia, apa kontribusi penelitian saya bagi bangsa Indonesia, kira-kira seperti itu. Waktu saya ditanya apakah saya aktif diorganisasi tertentu? Saya agak malu juga sih..karena saya Cuma aktif di kegiatan PKK dan pengajian di lingkungan saya, tapi tak apa yang penting jawablah pertanyaan dengan jujur. Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, para reviewer menyudahi sessi wawancara…Alhamdulillah….masih ada dua sessi lagi yaitu LGD dan essay on the spot, huuufttt…*lapkringetdulu*
  3. Saya mendapatkan kesempatan untuk sessi menulis essay terlebih dahulu.   Panitia membagikan kertas dan memberi petunjuk dan arahan dalam  sessi ini. Ada dua pilihan tema saat itu saya di beri tema tentang amnesti pajak  dan anjuran pemerintah tentang diet plastik. Saya memilih yang kedua, karena memang saya sama sekali tidak mengikuti isue tentang amnesti pajak. Menurut saya sessi essay akan memberi gambaran kepada tim seleksi apakah kita mampu menuangkan ide dan gagasan kita kedalam bentuk tulisan, yang mudah dipahami dan ada solusi yang ditawarkan. Alhamdulillah melalui blog saya telah berlatih menulis, menuangkan ide dan membuat resume dari ide saya. Ketrampilan menulis ini memang sebaiknya dilatih dengan banyak menulis dan banyak membaca.
  4. taraaaaa..sessi terakhir dari test substansial yang harus saya lalui adalah LGD, LGD adalah Leaderless Group Discussion, yaitu diskusi kelompok tanpa ada yang memandu diskusi. Ada dua orang psikolog yang hanya akan mengawasi jalanya diskusi.  Dalam satu group terdiri antara 8-10 orang diberi satu topik untuk didiskusikan. Saran saya, persiapkan diri dengan mengikuti perkembangan berita terkini, karena materinya sangat up to date. Saat itu saya mendapat materi seputar perseteruan KPK dan DPR. Menurut saya melalui LGD reviewer ingin melihat bagaimana kita menyampaikan gagasan verbal kepada publik. Saran saya meski mungkin kita sangat pakar dalam topik yang diberikan bukan berarti kita harus mendominasi diskusi. Dengarkan pendapat orang lain dengan baik, jaga sikap tubuh dan sampaikan gagasan anda dengan santun dan bahasa yang baik. Sekali lagi, hindari mendominasi diskusi.  Saya juga banyak membaca pengalaman orang lain tentang LGD melalui blogwalking.

Alhamdulillah lega….rasanya melewati rangkaian test ini. Hujan deras menyambut para kandidat awardee yang keluar dari gedung Keuangan Yogyakarta. Saya harus segera menembus hujan agar tidak tertinggal bus terakhir ke Semarang.  Seiring lantunan doa, setelah segala usaha ditunaikan kuserahkan segala urusan pada Mu wahai sang Maha Baik. Kurang lebih satu bulan, datang lagi email pemberitahuan saya LOLOS seleksi Substansial…..Alhamdulillah. Jalan masih panjang, perjuangan masih harus dilanjutkan.

Previous

TIPS : Lolos Seleksi Berkas Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) LPDP- Bag-1

Next

TIPS : Menulis Essay untuk BPI-LPDP (1)

1 Comment

  1. Semoga sukses dan sehat selalu y Mbak, salam kenal ^^

Leave a Reply to Herva Yulyanti Cancel reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén& Modified by Miss Fenny