Muna Madrah dot Com

a Note of Urban Mommy

Keliling The Little Holland di Semarang, Berakhir di Kedai Pak Sabar

Bagi urban parents menjaga quality time dengan buah hati sangatlah penting. Kesibukan aktivitas mama dan papa bekerja –apalagi bagi coomuter-, sungguh terkadang melelahkan lahir bathin. Iya nggak sih Moms? Apa saya saja ya…? so weekend dengan keluarga is a must! Meskipun bagi saya dan suami weekend nggak selalu harus keluar rumah sih…tetapi setidaknya dua hari keramat itu –Sabtu dan Minggu- spesial untuk keluarga, itu pun masih harus nego dengan acara kondangan, dll.

Anywey..back to weekend, Buat si kakak Icha ( 6 th), saat ia sudah mulai mengerti hitungan hari, biasanya kalau hari  jumat saya pamit kerja selalu bilang..besok sabtu kan ma….mama nggak kerja kan…asyikkkk. *mewek*.

Memilih dimana dan bagaimana menghabiskan dua hari penting ini juga bisa jadi urusan ribet, mau keluar kota kok budget tidak memungkinkan plus extra tenaga buat perjalanan yang harus dikeluarkan. Kalau di rumah terus kok juga bosen. Mau ngemol?? aduuuhh…kalau ngemol yang ada saya malah bisa khilaf belanja dan quality time tidak tercapai deh, plus bisa jadi over budget.

Baiklah, saya mau share sedikit pengalaman, sebagai alternatif weekend murmer quality time urban moms. Bulan lalu kami menghabiskan minggu pagi dengan jalan-jalan ala hip hop bus diseputaran kota lama semarang.Saya tinggal di perbatasan timur kota Semarang, berbatasan dengan Kab. Demak. So bagi kami jarak ke pusat kota Semarang lebih dekat daripada ke pusat kota Demak.

lanjut ya Moms….Urban moms tau nggak, “the old city of Semarang” di sebut juga “the litlle Holland”. Jadi kalau jalan-alan di kota lamanya semarang, berasa kita sedang di Holland…*lebay*. Tapi bener lho…kalau tidak percaya boleh dibuktikan dengan keliling kota lama sambil meresapi cerita sejarahnya. Apalagi naik tram SEMARJAWI.

Kami memesan tiket di semarjawi.com, kami sengaja memilih tempat duduk di bawah saja, soalnya meski masih pagi matahari sudah terik, kasihan dedek Kanza (7 bulan)  kepanasan. Tiketnya murah saja lho Moms..kok kalau weekend dewasa 15.000 dan anak-anak 5.000, bayi gratis :-). Dengan harga segitu  dan kita di ajak keliling menikmati arsitektur kota lama nan elok. Tidak Cuma itu saja, tram semarjawi juga dilengkap pemandu, so kita juga belajar sejarah semarang. Dibeberapa spot bis berhenti dan mempersilahkan penumpang yang mau berfoto untuk turun.

Mbak Icha nampang dulu sebelum naik tram

Mbak Icha nampang dulu sebelum naik tram

Rutenya, dimulai dari taman Srigunting disebelah gereja Blenduk, tram sudah ngetem di sana, bagi yang belum pesan tiket dapat beli on the spot, tapi suka agak antri ya, karena banyak juga yang minat. Dari gereja blenduk melewati jembatan mberok terus ke arah kator pos besar, berputar ke arah tawang, gedung marabunta Semarang, lurus belok ke kiri ke pengapon dan lalu kembali ke taman Srigunting. kira-kira perjalanan memakan waktu 30 menit, lumayan kan.

Gereja Blenduk salah satu bangunan bersejarah di Kota Lama semarang

Gereja Blenduk salah satu bangunan bersejarah di Kota Lama semarang

Buat anak-anak ini juga menjadi pengalaman yang mengasikkan lho, naik tram sekaligus mengenal sejarah kota. Nah karena jam beroprasi tram ini terbatas, pagi dan sore saja, kalau siang huuufftt nggak kebayang kan panasnya kota Semarang? Kami berangkat dari rumah pagi-pagi banget, dan belum sempat sarapan. Jadi setelah puas keliling kota lama, perut mulai krucuk-krucuk nih nagih jatah.

Pilihan kami –dan ini juga rekomendasi seorang teman- kami mampir di kedai gulai kambing PAK SABAR. Kp. BUSTAMAN di belakang gereja Blenduk. Sebenernya brand “BUSTAMAN” seringkali dipakai untuk merek dagang gulai kambig di Semarang. Nama BUSTAMAN merujuk pada nama kampung BUSTAMAN di jl. MT. Haryono kota Semarang, dimana kampung ini tekenal dengan usaha pemotongan kambing dan banyak warganya yang menjadi pedagang gulai kambing keliling. Mulailah terkenal Gulai kambing Kp. Bustaman.

Tapi kedai GULAI KAMBING PAK SABAR ini beda, Ini kedai sederhana saja, cuman nempel di semacam gudang tua begitu. tapi rasanya…MANTABS banget deh!! Mau pilih apa, daging saja, campur, atau jerohan?. *ingat umur maaakkk*.

Kata teman sih kalau siang suka antri nih mobil,mobil pada maksi disini. Jadi karena kedainya khusus jual gulai ya menunya gulai kambing saja, tidak ada menu lainya.  Beberapa camilan seperti tahu dan tempe goreng juga tersedia- eh ini lauk apa cemilan ya-. Bagi yang seleranya pedas disediakan irisan cabe rawit setan dan irisan bawang merah, juga kecap manis bagi yang suka agak manis. Yang bikin beda menurut saya adalah kuahnya, kuah gulai tidak kental, agak encer malah tapi racikan bumbunya…its just perfecto! Buat saya mau manis, mau pedes, itu kuah guleinya memang endang markondang top markotop.

Kedai Gulai Kambing Pak Sabar begini saja nih...tapi itu di dalem penuh lhohhhh

Kedai Gulai Kambing Pak Sabar begini saja nih…tapi itu di dalem penuh lhohhhh

Ssstttt usut punya usut nih moms, ternyata warung ini legendaris banget lho, berdiri sejak 1969. Silahkan mommies gugling sendiri key words Gulai Kambing Bustaman, pasti top ranknya adalah kedai PAK SABAR. Ternyata testimoninya sudah banyak banget, -telat dong saya-, ahh…tidak ada kata terlambat dalam pemberian testimoni, iya kan….Yuuukkk yang mau coba jalan-jalan keliling the little Holland dan coabin gulai kambing PAK SABAR..

Previous

GURAME bumbu KUNING

Next

Membuat Passpor Anak, Pendaftaran Via ON-LINE

2 Comments

  1. Assalamu’alaikum..

    Mak salam kenal ya mak…

    Insya Allah kapan2 boleehh laah saya coba ke sana..

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén& Modified by Miss Fenny