Muna Madrah dot Com

a Note of Urban Mommy

Menyusur Lorong Gelap Dunia Maya

Assalamu’alaikum,

1429145980356(1)
Hai Moms, apa sih yang membuat kita bahagia? Suami yang setia? Anak-anak tumbuh sehat ceria? Hati seluas samudra? Mudah-mudahan ya Moms, apapun definisi bahagia Urban Moms, Mommy bisa mendapatkanya. *Amin*

Moms, masih ingat beberapa bulan lalu media disibukkan dengan pemberitaan penutupan lokalisasi legendaris yang ada di Surabaya? Yup…betul itu gang Dolly yang konon merupakan yang terbesar di Asia tenggara.

Saya sebagai urban Mom yang peduli *ehm..*…nyimak terus lho. Memang tidaklah mudah mengatasi masalah sosial ini. Apakah penutupanya akan menyelesaikan permasalahan panjang yang saling kait mengait itu? *ngelap peluh*.

Konon profesi paling tua dalam kebudayaan manusia adalah PSK. Entahlah, yang jelas profesi ini bertumbuh seiring dengan perkembangan zaman. Selalu ada supply and demand yang terus mengalir dari bisnis gelap ini. *ngelap kringet (lagi)*

Hari-hari terakhir ini saya agak gundah gulana. Apakah Mommy mengikuti pemberitaan di media? Bukan…bukan soal anggota DPR yang baku hantam, atau soal presiden yang blusukan. Itu lho soal pemberitaan pembunuhan seorang Deudeuh Alifsahrin disebuah kos-kos an di tebet Jakarta. Saya tercenung, saya mengikuti up date nya melalui detik.com.

Kekhawatiran saya bertambah setelah menelisik penyebab kematian almarhumah. Sebagai Mommy yang kepo saya langsung mencari tahu akun twiter almarhumah. Dalam TL nya sangat jelas menggambarkan profesi wanita cantik ini, saya menyusuri TL nya lebih seksama dan mendapati bahwa buanyak sekali wanita lain yang juga seprofesi dan atau mungkin dalam satu komunitas yang sama. Sebagaimana komunitas di medsos pada umumnya, mereka saling promote satu sama lain. Tidak hanya itu dari TL yang sangat terbuka untuk publik saya malah menemukan komunitas-komunitas lain yang kurang lebih serupa. Jadi jualan online itu tidak melulu baju, mainan anak, gadget, lihatlah moms…bahkan diripun dijajakan secara online. Tidak tanggung-tanggung barang yang di jualpun di pajang secara OL. *mlongo sambil elus dada*

Kemarin saya membaca postingan seorang teman soal aplikasi layanan ojek? Aihh..hari ini saya berfikir…jangan2 sudah ada aplikasinya di Google store layanan pemuas nafsu *Ya Allah aku berlindung pada Mu*.

Ayo…Moms..jangan terlalu naif, lihatlah realita dunia kita telah dikepung dengan serangan informasi yang bertubi-tubi dari segala penjuru. Lalu bagaimana kita saya seorang urban Moms membentengi diri dan keluarga dari ini semua.

Ah penutupan lokalisasi tak melulu menyelesaikan masalah dan membuat para ibu tenang. Lihat moms, dengan dunia maya mereka dapat bertransaksi dengan bebas. Tanpa “Indunk Semang”, tanpa tukang parkir, tanpa makelar, tanpa potongan. Mereka hanya butuh koneksi internet , jejaring, dan komunitas sejenis.

Masih dalam penelusuran saya, pada kasus ini. Diluar dari profesi almarhumah, saya juga dibuat terheran-heran dengan komentar yang mention akun mbak canti ini, hujatan yang bertubi, umpatan, hinaan dan cacian ditujukan kepada orang yang sudah meninggal. Ya Allah inikah kehidupan di dunia maya yang semakin hari semakin nyata saja adanya? Saya terus berjalan menyusuri akun ini *inilah kehebatan dunia yang sudah terkoneksi* semakin kita berjalan semakin banyak percabangan yang terhubung saling kait.

Lihatlah remaja-remaja kita, generasi muda kita…..aih nak…apakah kamu sadar apa yang kamu ucapkan melalui ujung jarimu? Saya kembali teringat pada penelitian saya tahun lalu. Kalau mommy punya waktu mommys bisa intip disini.

Beberapa anak yang dalam pandangan awam saya ini masih unyu-unyu, baru melepas masa kanak-kanaknya ada yang secara gamblang mention ke akun-akun “jualan OL” ini . Mereka menanyakan tarif, (maaf) gaya dan itu…oh..no…dari profil picturenya adalah anak seusia sekolah menengah.*Gembrobyos*

Mungkin saja semua yang saya lihat tidak demikian adanya, tetapi mungkin juga lebih buruk dari yang saya saksikan. Saya kembali tercenung, akankah saya akan mampu membentengi diri dan keluarga? *Ya Allah lindungi kami dan keluarga kami dari api neraka-Mu*.

Tapi Moms, apalah arti doa tanpa disertai usaha , keduanya haruslah berjalan beriringan. Jangan diam, be aware, peka terhadap lingkungan, kepoin teman-teman anak-anak kita, diskusikan hal-hal yang dianggap tabu dengan bahasa yang baik dengan anak-anak kita, bangun komunikasi dengan anak-anak. Diskusikan dengan suami karena merka, buah hati kita adalah tangung jawab ayah dan Ibu. Yuukkk smart Moms, selamatkan generasi kita, kita mulai dari rumah ya..

*Tulisan ini teruntuk juga buat saya sendiri* #KONTEMPLASI

Previous

Belajar di Kelas BundaPaksiWork

Next

Me and Nyai

2 Comments

  1. Saya termasuk yang telat tahu info ini, Mbak. Tapi barusan sempat juga cek akun twitternya. Ngeri!

Leave a Reply

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén& Modified by Miss Fenny