Hellloooooo, ini postingan perdana saya di my new home :-). My New home saya kasih nama “UrbanMom”, karena tag line ini kayaknya cucok banget buat saya….#sokjadiorangkota

Sebagai postingan perdana , saya pilih topik ini “manajemen sampah”. Mumpung masih musim hujan Moms, yuk berberes, sembari ajarin si kecil manajemen sampah.

Percaya atau tidak, Indonesia adalah tempat sampah maha luas. Nggak percaya? Ini buktinya : dari belakang rumah bisa buang sampah ke sungai, di depan rumah bisa buang sampah di got.Dari dalam angkot bisa buang sampah lewat jendela atau diam-diam sembunyikan sampah di jok bis atau kereta api.*hayooooo ngakuuuuu*

Walhasil banyak negara-negara tetangga baik tetangga dekat atau tetangga jauuuuhh sekali beromba-lomba “membuang” sampahnya ke Indonesia. Anehnya, dengan suka rela kita membelinya demi keuntungan untuk segelintir orang.*nangis dipojokkan*
Lihatlah, lapak-lapak baju bekas dan barang-barang bekas dari luar negeri yang mungkin di negaranya sana sudah menjadi sampah, di sini penuh sesak oleh pembeli. Coba kita selidiki juga apakah sampah baju dan barang bekasnya Indonesia juga laku di luar negeri?

Lebih gila lagi ada juga yang nekat mengimpor limbah-limbah industri yang mengandung zat berbahaya.

Memang kita terlalu “sayang” sama sampah ya?*yuuukkk bongkar gudang* he he he…sudah berapa banyak barang yang seharusnya sudah kita buang.  Tapi meski kita sayang kita juga tidak peduli denganya. Kita juga belum terbiasa memilah mana sampah plastik, sampah kertas atau sampah organik. Di negara maju, untuk yang malas memilah sampah, mereka harus membeli kantong sampah yang harganya jauh lebih mahal. Di tempat-tempat umum di luar negeri disediakan tempat sampah untuk plastik , kertas, dan organik. Dengan sadar orang akan taat.
Sayangnya, kesadaran kita sungguh masih jauuuuuh.

Sampai sampai suatu hari kita dibuat terperangah oleh seorang Wilbur Ramirez. seorang petugas kebersihan dari london yang “magang” di Jakarta. Katanya “ Jakarta adalah tempat paling sulit menjadi Tukang Sampah”. Bayangkan, Jakarta adalah ibukota Indonesia yang mana secara sederhana bisa menjadi representasi Indonesia. Apa kita peduli? *saya peduli*

Tidak usah jauh-jauh ke london deh…., di Singapura kita bisa kena denda $500 untuk buang sampah sembarangan. Kamera pengintai dimana-mana.
Di sini? Ada juga sih peraturanya, tapi lagi-lagi prakteknya tidak berjalan. Kalaupun tertangkap basah buang sampah yang dendanya bisa melebihi upah rata-rata pekerja, paling-paling kita minta “damai” toh kasusnya cuma buang sampah….bukan koruptor, bukan maling, bukan narkoba, atau nabrak orang sampai mati. Kita tidak merasa itu suatu “DOSA BESAR”.

Mungkin kita harus memasukan buang sampah sembarangan dalam kategori “DOSA BESAR” karena seperti kita tau, sungai-sungai mampet, saluran mampet, yang akibatnya bisa membunuh banyak orang juga. Mungkin juga kita bisa mendoktrin anak-anak kita bahwa buang sampah sembarangan itu DOSA BESAR.

Kita sering mendenganr ibu-ibu memarahi anaknya yang nakal, jangan nakal nanti masuk neraka, jangan mencuri ya nanti masuk neraka, jangan melawan orang tua, bisa kuwalat masuk neraka lhooo..Kenapa kita nggak mulai “awas buang sampah sembarangan bisa masuk NERAKA lhooo!

berita-kesadaran-buang-sampah-masih-rendah-1031_a

Dirumah sendiri saya mulai milah-milah sampah. Sampah plastik,kertas, kardus masuk ke karung khusus yang sudah saya siapkan. kalau sudah penuh saya kasih ke pemulung. Jadi mereka juga nggak perlu ngoprek-ngoprek tempat sampah saya. Dan semua sampah yang sudah dipilah Insya Allah dapat dimanfaatkan, secara nggak langsung kita beramal. Jadi kalau anak saya habis minum susu UHT kotak misalnya, *Ayooo kak..bungkusnya buang di tempat sampah khusus ya*. Saya ulang-ulang terus sampai dia tau mana yang harus di buang di kareng sampah khusus mana yang boleh dibuang disampah dapur. Tentu saja ini perlu komitmen dan teladan dari mama dan papa.

OK urban Moms…..yuuukkk mulai dari rumah masing-masing, bijak-bijak kelola sampah :-)

Saya menulis ini karena cinta INDONESIA. Mari cintai sampah dengan menempatkanya pada tempatnya.